Mereka -para pejabat- tidak mampu
menyusun dan melaksanakan program pembangunan. Mereka lebih sibuk dengan
proyek-proyek yang menguntungkan dirinya. Banyak kebutuhan-kebutuhan yang
menyangkut kepentingan umum seperti sekolah, jalan-jalan, dan berbagai
fasilitas diabaikan. Seperti tulisan sblm nya, perhatikan JL ponorogo treggalek
hampir tiap tahun tu jalan adaperbaikan, orang nga ngerti ky saya jg bsa nilai
kerja nya ga bener ni PU, dari media yang saya baca Mereka lebih memilih pemugaran pendopo kabupaten agar
terlihat megah, walau belum layak dipugar dengan biaya spektakuler… Tidak
wajar. Pun demikian bupatinya, wakilnya, lebih memilih membangun rumah
pribadinya dengan biaya yang cukup fantastis. Masya Allah duit siapa tu yang
dipake..?? kita yang orang nga ngerti apa2 cm bisa liat dari luar ga wajar
pasti nya dengan melihat gajinya di setiap bulannya berape.
Yang bikin gemes jg ngapain juga kasi
izin hypermart hadir di ponorogo, saya rasa cukup ponorogo punya kebanggaan
poper sm luwes, ok hadir nya Hypermart banyak menyerap tenaga kerja tapi market
share Luwes sm poper dah cukup menjadi representasi kebanggaan warga ponorogo,
pasti nya sangat berpengaruh akan perkembangan ke dua swalayan ini,pemda nga
ngerti skala prioritas, kudu nya bangun yang ponorogo butuh bukan bangun yang
ponogo mau, kenapa juga nga membangun infrastruktur pembangunan sumber daya
manusia dengan merintis pabrik yang dapat mengolah SDA di ponorogo, pabrik
Bioetanol missal nya, atau pengolahan jagung, bahkan pabrik pupuk, karena
resources nya sangat mendukung untuk di berdayakan, atau merekonstruksi pabrik
kayuputih yang menjadi icon agar memiliki daya saing lebih baik, perbaikan
system informasi nya, dll…
Kota Santri kini berubah menjadi kota
jarahan politisi. Anggota dewan yang katanya pembela rakyat, ternyata hanyalah
hama wereng coklat yang mematikan semua aset rakyat. Programnya hanya
mengumpulkan harta sebanyak mungkin, untuk modal dapur jabatan di pemilu tahun berikutnya. Bahkan seolah tradisi saat pemilihan lurah
kasi amplop ke warga2…Tanya kenapa..? tapi ada yang hebat di ponorogo, Tukang
pentol aja bisa nyaleg, hebat ga tuh, padahal buat nyaleg aja modal nya dah
jutaan, maka nya tak heran beberapa taun lalu cakades maguang sambit sampe gila
berkeliaran di jalan karena kalah pemilihan.. Nau’zubillah
Rasa nya sudah saat nya ponorogo merubah nama
menjadi kabupaten PonoRUWET….’
(mang hadiy)