Tuesday, 18 November 2008

Mengritisi kembali

Ini adalah untuk yang kesekian kalinya,ketika orang telah jatuh hati pada TVS Apache namun karena keterbatasan informasi dan persaingan dikelas motor sporty TVS diakui masih dibawah rata2 dalam hal penyampaian informasi pada masyarakat. Fakta dilapangan ATPM masih sangat payah untuk mengemas informasi yang disampaikan tentang TVS dimasyarakat. Contoh kecil jika kita lihat contoh iklan Iwan Fals di TV yang beredar, jika di cermati seolah bingung nga jelas arah segment mana yang di tuju oleh ATPM, Segment motor sporty bukan bebek juga bukan, mungkin motor berkualitas ? tapi kualitas seperti apa yang maksudnya, Halah...' impact dari itu semua pada si calon customer yang mulai jatuh hati, namun ketika informasi yang disampaikan tidak menarik, ditengah geliat kompetitor yang semakin pintar mengemas iklan, dan yang terpenting ketika mereka telah lebih dulu masuk pasar indonesia.

beberapa bulan yang lalu, saya beberapa kali komunikasi dengan calon pemakai Apache, dia selalu menanyakan banyak hal tentang TVS, dia bilang posibilitynya saat itu hampir 90% dia mau ambil TVS, namun si pembeli ini terus mencari tahu lebih dalam apa dan bagaimana Apache, Komparasi dengan kelas yang sama, hingga datang langsung kedealer. Setiap ada Info baru, event TVS gw selalu kasi dia info, eh ternyata pagi ini dia reply klo dia dah gabung ke komunitas pulsar, saya sempat kaget tapi itulah contoh kasus customer sejati, selalu memperhatikan segala informasi tentang apa yang menjadi pilihan terbaik, dan pilihan terbaiknya The Black Pulsar DTSi 200CC. Tapi Bro Hendy tetap jaga silaturahmi walau beda suku..'.

Hidup Motor India

Monday, 10 November 2008

403 Km Jakarta - Bandung

">
Sesuai rencana kemarin akhirnya Touring perdana McGreys n bro-ders TMC jakarta berjalan dengan baik, berangkat dengan selamat dan pulang dengan baik. Wah pokoknya mah cekep bener euy buat test performa di track lurus dengan kecepatan antara 90-100 kmph. Perjalanan dari jakarta mulai jam 11.00 pagi, tiba disubang tepat nya jam 13.30 an, lumayan juga kena macet di bekasi sekitar 20menit. tapi dari bekasi kesana perjalan lancar. Perjalan setelah melewati karawang benar-benar luar biasa asik, kita bisa berlari kira2 90-100kmph selama sisa perjalanan menuju subang, ada sedikit masalah pas dipurwakarta nga terasa baut plat nomor McGreys lepas ya terpaksa cari ganti nya, nga terasa taunya rombongan dah lumayan jauh ninggalin, nga masalah karena bisa sampai juga disubang bareng2.


Sambutan luar biasa dari dealer yang baru diresmikan disubang begitu hangat, makan siang disana, foto2 sedikit ramah tamah, setelah hampir 30 menit perjalanan kembali dilanjutkan menuju lembang, dan istirahat sebentar diresto tangkuban perahu, sambil tunggu komandan iksan yang ada masalah dimotornya। perjalan kembali dilanjutkan menuju dealer pasteur dan menginap dirumah kang dodo dipasteur.


walau hujan ditengah perjalan panjang kayanya nga terasa setelah dapet sambutah luar biasa dari Barudak2 ARCI bandung, khususnya kang iksan n bro hary yang rela nemenenin nginep dirumah bro dodo. wah pokok nya mah tararengku sunuhun pisan, ulah kapok nya didatangan.


pagi abis sarapan tepat jam 10 pagi kita jalan lagi buat kembali kejakarta, mampir sebentar di kartika sari buat yang mau beli oleh2, trus makan siang didaerah dago, n mampir sebentar kerumah sang komandan ARCI bandung bro Iksan. perjalanan dilanjutkan sampai padalarang dan kita berpisah dipadalarang dengan rombongan bandung.


Perjalan pulang nga terasa tali kopling McGreys bermasalah kita mampir sebentar di bengkel terdekat (karena Mcgrey sering saya rubah2 setelan kopling dan pernah jatuh n ganti handel koplinnya), biar aman ganti aja tali kopling nya sama yang baru. Dah beres perjalanan lanjut lagi dan istirahat di puncak pas, nga taunya kebeneran ketemu sama ketua TMC kita yang kebetulan nga bisa ikut touring, saat itu lagi mampir juga di situ abis dari bandung juga bawa keluarga. Istirahan shalat trus lanjut lagi sampai jakarta n tiba dirumah tepat jam 8 malam. perjalanan lumayan capek rasanya hilang dalam sekejap setelah ketemu istri dan Izanagi ku.


Touring kebandung ini sebenarnya hampir nga jadi, karena sampai dengan hari rabu saja belum jelas siapa yang mau jalan, karena nga ada kordinasi, khususnya ketua terpilih Bro hendry. tapi pas denger kabar di blognya bro Awiguna, wah berita orang jakarta mau dateng dah santer baget euy, terpaksa gw minta data buat telponin teman 2 buat pastiin jalan, jumat gw pegang data langsung telpon2 in, akhirnya walau hanya 10 orang acara bisa terlaksana.


Dari hasil pembicaraan sama ARCI Bandung kita sepakat buat terusin nama dan lanjutin AD/ART perjuangan ARCI। untuk menjalin kebersamaan sebagai langkah awal kita buat jaket, buat rencana touring bareng ke Jogja bulan januari/februari mendatang। Tapi yang jelas touring ke yogya bakalan di biayai ATPM langsung. berarti dapet bensin gratis plus makan n penginapan dong.


Bravo TVS Apache,

McGreyes Apache

B.6824.TSA

Friday, 31 October 2008

Setting Kopling Manual

Ini menyangkut gaya dan kebutuhan pengendara motor laki alias motor sport atau bebek kopling manual. Cukup setingan standar. Yang penting nyaman dipakai. Sip diajak melibas kemacetan atau nafas bisa enggak putus di jalanan panjang.

Modalnya, tahu dua bagian penting yang mendukung. Adalah, celah klep dan jarak main handel kopling. Biasanya, kan mekanik hanya mengambil standar umum. Padahal, setiap orang punya gaya bawa motor berbeda.

“Termasuk perbedaan fisik. Jari-jari tangan setiap orang berbeda. Pengaruhnya jarak main handel kopling,” bilang Soehardjo AR, Manager Service Division, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) di Jakarta Timur.

KLIK - DetailPaling utama sih tengok celah klep (gbr. 1). Prinsipnya kuda besi kayak Honda Tiger, Yamaha Scorpio-Z, dan Suzuki Thunder 125. Ketiga motor ini punya standar minimal dan maksimal clearence valve.

Buat Thunder celah klep masuk 0,1 mm dan buang 0,15 mm. “Motor bisa enak buat jalanan seperti Jakarta,” beber Hasan Basri, mekanik Hasan Motor, Kelapa Dua Raya, Jakarta Barat.

“Honda Tiger ukur di antara 0,12 mm-0,15mm buat klep masuk. Klep buang 0,17 mm dan 0,20 mm,” tambah Ribut Wahyudi dari AHASS Bintang Motor, Bintang Niaga Jaya, Cibinong, Bogor.

Soehardjo kasih patokan sederhana. Kalau diset di ukuran minimal, motor pas dibawa buat kawasan macet atau padat merayap. Respon putaran mesin lebih baik saat lewat di kemacetan. Ini kebalikan kalau diset celah klep longgar. “Paling pas sih ukuran celah klep di tengah-tengah,” jelas Soehardjo yang murah senyum itu.

Berikut juga respon kopling. Ini juga menentukan putaran mesin di setiap perpindahan gigi (gbr. 2). “Ambil jarak yang terjauh 5 cm - 7 cm,” sahut Hasan.

“Ukuran di Thunder sama untuk Tiger,” ingat Ribut lagi.

Sources : motorplus

Tuesday, 28 October 2008

Potensi Besar TVS

Pada pertemuan buka bersama lalu di Sabang dengan ATPM TVS, diadakan sharing seputar kesan dan pesan setelah menggunakan TVS. Banyak dari teman2 share kesan setelah memilih TVS, pada kesempatan yang baik ini pula saya sempat menyampaikan beberapa pertanyaan seputar apa stategi TVS kedepan ditengah gempuran inovasi berbagai motor jepang yang semakin hebat. Pada kesempatan itu juga saya saat itu menyinggung masalah varian TVS yang saat ini hanya Neo dan Apache, juga menanyakan mengapa untuk motor lebih difokuskan pada TVS Neo, padahal seperti bung fery bilang, untuk menaikan value brand TVS bagusnya kedepankan motor sport, buat image yang kuat di masyarakat tentang motor sport, motor yang hebat, tangguh disegala medan. ketika image itu mulai tebentuk di masyarakat maka motor kelas ekomonis, ergonmis pun akan naik penjualannya, karena image dimasyarakat bahwa TVS adalah motor tangguh.


Seperti halnya bajaj yang yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu, eksisitensinya kini bahkan melebihi kawasaki untuk market share nya, komunitasnya berkembang pesat. Masyarakat melihat bajaj adalah motor nya lelaki yang gagah, itu yang terbentuk dimasyarakat image tentang bajaj.

Intinya ATPM saat ini sedang fokus memperkuat jaringan dengan target 100 dealer ditahun 2008 dengan fasilitas layanan 3S, namun perlu diketahui ditengah ketertinggalan yang sangat jauh dari motor jepang, bahkan rival indianya sendiri, Bajaj. lagkah seperti iytu ibarat mengejar ketertinggalan dengan berjalan sedang honda, yamaha, suzuki sedang berlari tuk menjadi yang terdepan dikelasnya.

Indomobil yang sempat tenggelam dengan Suzuki nya saat ini sedang bangkit dengan 'Knight Rider' nya. Honda yang sedang gencarnya mempertahankan posisi sebagai raja motor indonesia terus berinovasi dengan Revo nya, dan kini Honda Blade nya, Belum lagi Yamaha yang tahun depan siap menggebrak. Belum lagi Bajaj yang akhir tahun ini mengeluarkan Pulsar 220cc menjadikan semakin kuatnya sebagai motor lelaki di masyarakat, Kawasaki ... ? Wah Ninja mah ...wisz seng ade lawan mas ...'

Kembali lagi ke TVS, ditengah persaingan motor indonesia, TVS memiliki potensi besar untuk menjadi motor papan atas, karena TVS sebenarnya dinegeri asalnya memiliki amunisi yang sama dengan bajaj,bahkan kabarnya untuk penjualan TVS flame mampu menjadi market leader di india, dan untuk bebek neo pun sebenarnya hanya di indonesia TVS baru pertama kali memproduksi bebek untuk pasar asia. Yang menjadi masalah sekarang jika tetap fokus market nya TVS Neo apakah mampu menjadi sosok yang ditakuti kompetitor motor lain. Saya sangat yakin semakin banyak akan semakin tahu dan berkembang TVS di indonesia karena TVS memiliki kualitas yang bagus, tinggal apakah mau berkembang dengan berlari, atau berkembang seiring berjalannya waktu.

Harus disadari untuk itu membutuhkan cost yang sangat tinggi. Ya pemain baru mah jangan mikir untung dulu, ibarat bercocok tanam, buahnya akan tumbuh bagus setelah usaha kita mempersiapkan benih, memupuk dan merawatnya.

Monday, 27 October 2008

TVS Community Garhering

Sabtu 25 Oktober 2008, TVS Comunity Jakarta mengeadakan acara gathering tepatnya di bilangan Ancol Jakarta utara. Acara yang diprakarsai langsung oleh ATPM dihadiri oleh para Rider TVS dari berbagai wilayah di DKI, tangerang dan bekasi. Inti dari acara ini adalah untuk mempererat hubungan tali persaudaraan para penunggang kuda india, sekaligus membentuk sebuah wadah persaudaraan dengan dibentuknya comunitas TVS Apache dan Neo dibawah yang sudah ada yaitu TMC (TVS Motor Community). Dealer TVS Kalimalang dan TVS latumenten ditunjuk oleh pihak ATPM sebagai base para rider buat jalan bareng konvoi ke Restoran Bandar Ancol,setelah kumpul di Base lalu ketemuan di TVRI Senayan. dari sana jalan bareng menuju Bandar Jakarta Ancol.

Inti dari acara adalah pembentukan komuintas yang lebih luas dengan dibentuknya pengurus TMC yang baru dan pemilihan kordinator Apache dan Neo. -mungkin waktu dibandung sana merupakan cikal bakal terbentuknya ARCI (Apache Rider Community)-. Akhirnya setelah melalui poling akhirnya terpilih Akhirnya Bro senior Bp Herman pero terpilih sebagai ketua TMC yang baru dan Bro hendry terpilih menjadi kordinator buat TVS apache dan Jali sebagai kordinator TVS Neo.

Melihat perkembangan TVS kemarin kayanya dari perbandingan antara Neo dengan Apache sangat jauh,secara umum mungkin perbandingan kemarin 4 Apache berbanding 1Neo. karena yang pake neo bisa dihitung jari.ya semoga ATPM melek ....'
tanya kenapa..tanya kenapa...'