Wednesday, 22 August 2012

RVP isn’t too special … ‘

Saya sebagai penggemar setia Arsenal, rasa nya miris jika setiap tahun nya fans arsenal harus rela bintangnya hijrah ke klub lain, Mac Overmars, Robert Pires,Ljungberg, Patrick Vierra, Thierry Hennry, Fabregas, Nashri,kita relakan pergi saat sedang onfire dan yang teranyar tahun ini fans Arsenal harus rela melepas kepergian striker terbaik Liga Inggris saat ini, Robin Van Persie (RVP) ke ManU… dan sudah 6 Tahun berlalu tak satupun gelar direbut arsenal, meskipun tetap menjadi papan atas dengan pemain2 yg tidak seperti MU, Barca, ManCity, dll.

Mm.. saya sangat menyayangkan kepergian ke ManU, yang notabene nya adalah rivalitas abadi sepanjang masa. Dan pasti nya kini RVP kan menjadi pemain yang sangat di benci fans arsenal dengan piihan nya berlabuh di MU.

Namun saya pribadi melihat RVP tak akan secemerlang di Arsenal, RVP bisa menjadi mega bintang yang sangat bersinar di arsenal karena dialah pemain paling senior pasca di tinggalkan para bintangnya. Satu alasan kemunduran RVP dimata saya, saat dia bergabung dengan tim yang bertabur bintang, sinarnya tak secemerang di Arsenal, ya sangat terlihat di piala dunia kemarin tak satu gol pun dicetak, padahal selalu menjadi pemain inti.. bahkan jauh lebih bersinar Arjen Robben atau sneijder. Yang lebih parah lagi saat euro kemarin belanda sangat mengecewakan dengan hanya menjadi juru kunci grup C. Case sederhana ini bisa menjadi parameter bahwa RVP tidak terlalu special.

So buat para Gunners jangan tangisi kepergian RVP. Arsenal masih memiliki sang professor Sir Arsene Wenger, dialah pelatih terbaik dimata saya, dan pengganti RVP pun akan lebih baik di tangan wenger saya rasa dengan hadir nya Lucas Podosky dan Giround,dilini tengah masih ada Arteta, Ramsey,Gervinho, Walcott, serta Chamberlainn yang siap bersinar, di belakang masih ada bak tangguh Matesacker,Vermeulen. jadi Followers arsenal masih bisa berharap Sir wenger mampu membawa arsenal lebih baik dari yang lalu. Tapi untuk juara rasa nya kta realistis lah memang sangat sulit melihat bagaimana kekuatan MU, ManCity, Chelsea, jika di banding Arsenal yang di atas kertas masih dibawah mereka, namun kembali lagi semua kan di buktikan di musim ini. Bisa jadi arsenal juara musim ini, walau orang memandang pesimis tapi kans itu masih sangat besar buat saya,dan saya yakin itu.

Lantas bagaimana prediksi saya tentang RVP di Man U nanti, menurut saya pribadi perjalanan RVP di ManU besok tak bedanya perjalan sang maestro Thierry Hennry di Barcelona. Hanya menjadi pemain pelengkap walau pastinya kans jadi pemain inti sangat kuat. Namun pastinya tak kan secemerlang di Arsenal. Mengingat usia yang menjelang 30th, ibarat karier RVP telah menapaki puncak karier nya di arsenal. Mungkin Rooney, Chicarito masih lebih bersinar musim ini di banding RVP. Apalagi di benc masih ada Barbatov,Young dan Sinji kagawa wah bakal seru ni persaingan Line up dari MU. Atau bisa jadi akan melanjutkan kisah Owen di MU.

Jadi kepergian RVP bukan segalanya bagi The Gunners, karena Arsenal adalah The Gunners (gudang peluru)…’

Corat-coret jelang berbuka..’ 16082012



 

Wednesday, 17 August 2011

TVS is The best price in value and performance

Salah satu yang menjadi icon dari teknologi TVS motor di indonesia yang di usung adalah konsep intelligence more nya, karena di setiap kelasnya variant TVS selalu membawa feature yang berbeda dengan motor yang sudah ada. Inilah yang saya rasa menjadi kelebihan dari pabrikan dari India TVS. Mungkin slogan yang selalu menjadi nilai jual di pasar sepeda motor secara umum adalah Irit BBM, Suara mesin halus,Tarikan dan lari oke. Yang saya rasakan di TVS semua karakteriristik di atas ada di TVS. Namun ada yang di TVS miliki, belum ada di motor lain, dan harga yang di tawarkan di kelasnya masih di bawah competitor, jadi di harga yang lebih murah, jaminan kualitas pun tak kalah dengan 5 tahun Garansi mesin, feature, performance dan appearance tak kalah di kelasnya dengan competitor lain, itulah salah satu alasan saya memilih TVS Apache dan Rock Z di rumah. Dan rasa nya tak salah jika saya menyebut nya The best price in value and performance.

Bukti nyata salah satu nya kita bisa lihat di TVS Rock, dengan mesin 125cc sangat responsive, dilengkapi speedometer semi digital, memberikan tampilan yang lebih atraktif dan lebih terang sangat membantu navigasi saat malam hari. Suatu yang beda dengan motor sekelasnya ada di Speedometer yang terpasang di atas blok mesin (Crakcase) yang mendeteksi kecepatan dan segera mengirim sinyal ke speedometer melalui CDI. Saat kecepatan tinggi feature i-echono selalu menyala mengingatkan pengendara untuk kecepatan normal, tentunya sangat membantu menghemat bahan bakar karena mengingatkan pengendara untuk tidak ngebut. Rock juga di kenal irit, dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam hanya 1 liter dalam menempuh jarak 55km, bahkan dari review Pak Surya karyawan kadin, salah satu pengendara TVS Rock yang sehari-hari nya menempuh tidak kurang dari 80 km perjalanan kerja, dengan TVS Rock hanya menghabiskan 1 liter untuk 50 km. Mm.. di 125cc rasa nya hampir tak percaya ya dengan kondisi mesin standard, dan pemakaian jarak jauh yang rutin. luar biasa….!!  Selain itu, dengan bangga beliau juga menuturkan Rock nya saat kecelakaan kecil, body motor yang terbentur keras di pembatas jalan tidak hancur, karena memang kualitas plastic body motor bebek TVS memang beda dan sangat kuat. Jaminan kualitas mesin 5 tahun dikelasnya rasa nya belum saya temukan selain di TVS. Menjadikan para pengguna nya bangga dan aman dengan tunggangannya. 

Dan salah satu yang menjadi terobosan didunia motor paling anyar yang ada di TVS Rock Z adalah IMS Integrated Music System. Menjadikan Rock-Z lebih dari sekedar motor, juga pilihan gaya hidup yang penuh warna.
Mm.. nga ada habis nya bicara berbagai kelebihan TVS, seain tambahan kunci pengaman di bawah jok, lampu di bagasi design body yang dinamis, namun buat saya pribadi yang paling menarik adalah knalpot nya yang dikenal dengan Delta sporty muffler, bentuk nya oke banget ditambah design knapot yang bisa di pasang bongkar untuk perawatan lebih baik….’ Wihh keyen.

Tak cukup rasanya jika semua keungguan yang ada di TVS di tuangkan disini, karena di setiap variant selalu menghadirkan nuansa baru, apalagi jika sudah membahas TVS Tormax….!!!

 TVS is the best price in value and performance. Itulah yang saya rasakan saat memilih TVS sebagai tunggangan sehari-hari. Dan kini saya sedang menunggu TVS Flame hadir di Indonesia, setelah sekian lama menunggu. Besar harapan para semua bikers TVS, TMCI semakin mantap memberikan kepuasan bagi para followers nya sehingga pantas TVS di sebut sebagai Trust Value Services..

Bravo TVS, Bravo TMCI




Tuesday, 26 July 2011

Fanatisme brand...????


Banyak orang ketika tertarik mengenal sebuah brand, lalu mencari tahu dan setelah tahu memiliki banyak kelebihan, selanjut nya memilih, biasanya dari proses tersebut akan muncul apa yang orang bilang fanatisme brand, yang sebenarnya jika di lihat tak ada keuntungan yang di dapat dari si pemakai, bahkan menguntungkan bagi brand tersebut karena menjadi salah satu media campaign dari product tersebut secara tidak langsung pada masyarakat dari review si pemakai.

Itulah yang orang banyak lihat dari saya saat saya mengunakan TVS Apache thun 2008 dan di tahun 2010 kembali membeli motor yang juga product TVS yaitu Neo X3i. Fanatisme…??? Saya rasa tidak, karena selain tak ada yang saya dapatkan kecuali dari product yang saya pakai memiliki kelebihan, tak ada orientasi lebih selain karena ingin banyak orang tahu ini lho brand yang saya pakai dengan kelebihan nya ini itu….dll.
Menurut saya pribadi saat timbul fanatisme maka yang ada menganggap kompetitor tak lebih dari kepunyaan saya, bahkan cenderung merendahkan product lain. Dan itu tidak ada pada saya, saya masih objectif melihat teknologi Honda sebagai yang terdepan, bahkan saya mengakui kehebatan mesin dari Astrea Grand yang memang dikenal bandel. Saya masih menganggap Bajaj dengan DTS-i nya merupakan teknologi terbaik yang ada pada motor, sehingga dengan kuaitas pengapian dua busi menghasilkan performa maksimal dan pembakaran lebih efisien alias irit BBM. Jadi saya masih melihat objektifitas dari kualitas di atas segala nya. Lalu bergabung pada sebuah communitas apakah bukan bentuk dari fanatisme..? saya rasa tidak, itu tak lebih dari wujud kebanggaan saya pada product yang saya punya, dan senang saat semakin banyak yang memiliki kesamaan. Jadi jika di katakana hanya sebatas hoby nga lebih…(pinter nge’les nya ky sule….wkkk)   

Lalu mengapa jika dihadapkan pada pilihan di setiap segmen motor di pasar selalu memilih TVS sebagai yang terbaik…?? Jawabannya hanya satu, semata karena TVS memiliki harga yang sangat bagus dikelas nya, sedangkan di harga yang sama motor lain tak sehebat TVS, jika ada yang lebih hebat pun berbanding lurus dengan harga nya, itulah mengapa TVS saya sebut The Best Price, Value and Performance. Semoga saya dapat menjadi representasi dari kepuasan konsumen TVS. dan memacu TMCI selaku ATPM  TVS untuk terus lebih baik lagi memperbaiki kualitas productnya yang memang jika di perhatikan dari review-review di banyak forum, masih banyak Inkonsistensi dari kualitasnya setelah fase CKD (complete knock down) di manufacture karawang entah masalah QC nya or apalah namanya di manufacture, dan berbagai layanan konsumen untuk sebuah kepuasan konsumen (customer satisfaction).   

     

Thursday, 21 July 2011

TVS Siap Ekspor Bebek Indonesia Ke Amerika Latin

Setelah mengirim bebek TVS RockZ dan Neo ke Philipina, TVS juga mengekspor dua bebek tadi ke beberapa negara di Timur Tengah. Dari dua negara tujuan tadi, jumlah ekspornya tiap bulan bisa mencapai hampir 1.000 unit.

Saat ini, TVS-MCI juga sedang mempersiapkan membuka pasar lebih luas. "Kita ada rencana masuk ke Amerika Latin. Khususnya beberapa negara berkembang di sana sedang kita jajaki," buka Darmadi Tjuatja, Chief Operating Officer TVS-MCI.

"Tapi kita hanya bebeknya ya, yang motor sport langsung dari India," lanjut pria yang pernah mengabdi di Suzuki. Hal ini tentunya terkait dengan kebijakan produksi TVS. Di pabrik perakitan TVS India hanya membuat motor sport.

"Nanti motor ketika motor sport dari India masuk, kita akan ikut masuk dengan bebek," jelas Darmadi Tjuatja sambil menyebut Brazil menjadi salah satu sasaran ekspornya. (motorplus-online.com)

Mengapa Bajaj lebih maju di Indonesia dari TVS

Perang pasar motor antara Bajaj dan TVS nampak nya akan menjadi perseteruan abadi di dunia karena selain sama-sama berasal dari india mereka juga kan selalu menunjukan pada dunia siapa yang layak menyandang gelar teknologi roda dua terbaik dari India. Mereka sama-sama memiliki amunisi-amunisi yang hebat, teknologi nya di akui di mana-mana, jaringan bisnis yang luar biasa hebat dan yang tak kalah penting yaitu basis pasar yang luas di dunia serta di dukung system informasi yang maju di manufacture nya. Jika melihat demikian rasanya tak ada alasan lagi jika tak bisa menjadi 5 besar di Indonesia.

Namun jika di perhatikan pergerakan BAI dan TMCI selaku dari atpm, kita masih melihat Bajaj sedikit lebih maju di banding TVS, mengapa demikian. Berikut 4 alasan penting mengapa bajaj lebih unggul dalam menembus pasar di Indonesia :
1.      Bajaj 3 tahun lebih awal dari TVS masuk Indonesia, selain itu teknologi bajaj sudah banyak dikenal di Indonesia dengan roda tiga nya, serta bajaj scooternya jauh sebelum motor jepang berkembang di Indonesia. Sehingga untuk branding bajaj sebagai teknologi India lebih mudah di terima di Indonesia.
2.       Konsep “Twins Spark” yang di usung nya memiliki karakter kuat di masyarakat dengan 2 busi pengapian lebih optimal dan sebagai nya………., lebih mudah di cerna berbagai kalangan masyarakat sehingga banyak orang menjadikan alternative teknologi jepang yang saat itu itu2 saja.
3.      Segmen kelas motor sport yang di kembangkan bajaj sangat pas menaikan value dari produk sebagai motor laki yang berkarakter kuat saat itu, serta segmen yang lebih sempit sehingga untuk penetrasi lebih cepat berkembang di kelas motor laki dan konsisten di kelasnya.
4.      Karena  alasan di atas menimbulkan kesan eklusif bagi para pengguna nya dan harga nya sangat terjangkau, karena beda diantara motor2 laki dari pabrikan japun, apalagi saat terbentuk pulsarian sebagai wadah para pemakai bajaj yang hingga kini sudah tak terhitung chapter-chapter di bawah pulsarian yang beredar di Indonesia, menjadikan Bajaj sebagai salah satu ATPM yang sukses membangun fanatisme di pengguna nya.  

Bahkan saat itu saat saya sedang mencari pengganti terbaik dari Yamaha F1ZR ku yang terpikir saat itu adalah Bajaj, namun dari hasil penerawanganku di dunia maya, TVS ternyata lebih membuatku jatuh cinta pada nya, bukan cinta yang membuatku buta tapi saat buta akan TVS yang membuatku jatuh cinta pada Apache.

Apa dan bagai mana stategy para ATPM biarlah mereka –ATPM- yang lebih pantas berbicara banyak, karena pada akhir nya kualitas lah yang berbicara banyak, setelah itu baru 3S,dll nya. Semoga masyarakat kita lebih terbuka melihat kualitas dari TVS Tormax, Rock, yang memang memiliki kans besar buat menjadi raja di kelasnya setelah pabrikan japun mulai mengesampingkan segmen bebek. Dengan konsep Inteligent technology pastinya TVS memang beda dari yang ada.

Manghadiy menjelang terbenamnya…’