Wednesday, 20 July 2011

Bajaj Siapkan KTM Duke di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan terbaru dari Bajaj Auto Indonesia (BAI), selain memasarkan sepeda motor merek Bajaj, juga akan menjual sepeda motor merek KTM di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena mayoritas saham KTM sekarang ini dimiliki oleh Bajaj Auto India.
Kabar terakhir, menjelang akhir tahun ini Bajaj India akan meluncurkan KTM Duke 125 di negara tersebut. Kemungkinan besar, Bajaj Indonesia juga akan mengikutinya. Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Tomotaka Ishikawa, Presiden Direktur BAI saat memperkenalkan diri kepada wartawan di Indochine Cafe, Senayan, Jakarta Selatan, kemarin (25/5/2011).
"Kemungkinan kami (BAI) meluncurkan produk itu di Indonesia, Ya!" jelas Tomotaka, tanpa menyebutkan jdetilnya. Sementara Budi Dirgantoro, Kepala Pemasaran Nasional BAI, mengatakan, “Peluncuran produk baru di India, nantinya juga akan diikuti di Indonesia.”
Budi memberi contoh, Pulsar 220  diluncurkan di Indonesia Maret 2011, sedangkan India Januari 2010. "Biasanya ada rentang waktu antara India dengan Indonesia. Kalau KTM diluncurkan di India akhir tahun ini, kemungkinan masuk ke Indoesia se tahun kemudian," jelas Budi.
Kalau KTM Duke 125 masuk ke Indonesia, segmen yang disasar adalah naked bike ala SuperMoto, segmen baru pasar sepeda motor di Indonesia.
Di India Duke 125 dibandrol mulai dari 125.000-300.000 tuprr atau Rp 23,6 juta sampai Rp 56,8 juta.
Spesifikasi KTM Duke 125
Mesin 4-langkah, 1-silinder. 4-katup, DOHC
Kapasitas 124,7 cc
Diameter x langkah 56 x 47,2 mm
Tenaga 15PS @ 10.500 rpm
Torsi 12Nm @8.000 rpm
Sistem starter Listrik
Transmisi 6-percepatan
Sistem pasokan bbm Injeksi elektronik
Perbanding gigi akhir 14: 45
Pendingin Cairan
Kopling Basah, multi-pelat, hidraulik
Rangka Kromom-molibdenum, surbrangka baja
Suspensi: depan
                belakang
Garpu 36 mm, langkah 16 cm
Monosok, langkah 16 cm
Rem: depan
         belakang
Cakram 280 mm
Cakram 230 mm
Ban: depan
        belakang
110/70 x17
150/60 x 17
Trail 100 mm
Jarak sumbu roda 1.350 mm
Ketinggian jok dari tanah 810 mm
Kapasitas tangki bbm 11 liter
Berat 128 kg

Tuesday, 12 July 2011

Kualitas 3S (pertama)

Salah satu pertim bangan orang memilih motor yang paling pasti selain kualitas motor nya juga adalah jaringan 3S, Hebat nya TVS telah membangun jaringan TVS yang sangat luas di indonesia hanya dalam kurun waktu 4 tahun, namun yang terlihat saat ini seperi nya lebih mudah membangun daripada menjaga bangunan agar tetap kokoh. Tahun 2008 saya masih ingat pada saat meminang Mc Grey ada 6 dealer di Jakarta yaitu Tg.priok, Cengkareng, Latumenten, Tangerang, Xmalang, cibitung, bahkan beberapa bulan berjalan dealer bogor dan suba buka. Namun sangat di sayangkan Tg. Priok, Latumenten,Cengkareng, Tangerang,juga cibitung satu persatu permisi tutup, serta cempaka putih yang hanya berjalan 9 bulan. Fenomena ini juga terjadi di beberapa daerah salahsatu nya padang. Walau disisi lain banyak juga dealer baru datang, biasalah fenomena datang dan pergi. Kita juga tak bisa pungkiri hal ini pun terjadi pada ATPM sesama India Bajaj, namun tak separah TVS yang memang memiliki jaringan lebih luas.
Hal ini juga terlihat pada saat ramai posko mudik lebaran, sepanjang jalur mudik th 2008 tak kurang TVS memiliki 12 titik jalur mudik namun dari tahun ke tahun malah berkurang, yang idealnya seharusnya bertambah, mengapa terjadi demikian…???

Kita boleh bangga dengan jaringan 3S yang banyak, namun yang terpenting seberapa kuat jaringan 3S yang ada, sedang jaringan 3S sangat tergantung oleh pasar, dan pasar banyak di pengaruhi Brand awareness product di masyarakat. Pastinya saat jaringan 3S yang banyak belum kuat menahan angin kencang di tengah terjangan persaingan pasar dengan berbagai prilakunya, serta fix cost yang harus di keluarkan (Gaji karyawan, sewa tempat, listik, dll) sedang margin tidak menentu, ditambah lagi dari informasi yang saya dapat dari Bro Islam, prosedur pengambilan part yang kurang flexible dari ATPM tempo pembayarannya, yang mengakibatkan kelangkaan part di beberapa tempat, karena dealer tidak berani spekulasi stock part. Pasti nya sebagai ATPM baru sangat berat memanage resistensi yang terjadi secara internal dan eksternal. Namun hal demikian sangat mengganggu kenyamanan konsumen, dan biasa nya konsumen hal yang buruk sangat mudah menyebar namun bagus nya di anggap yang seharusnya ada/ biasa, alias banyak nuntut. Citra ini sangat berpengaruh pada citra dari product yang sedang TVS bangun.

Tapi ngomong2 3S, sedikit cerita temenku ‘bro duke’ pake Yamaha Byson sejak mei 2011, hingga hari ini sudah 2 minggu motor nya terkapar dirumah karena saat kecelakaan kecil handle kopling nya patah dan dan 3 dealer terdekat belum available, kita harus sadari itulah sebuah proses bahkan di atpm yang sudah puluhan tahun dgn 2 manufactur nya di Indonesia masih kita temukan hal demikian.

Hari berganti tak terasa menginjak setengah perjalanan di 2011, dan perbaikan pun seperti nya terlihat di jabodetabek dengan hadirnya dealer-dealer TVS baru. Semakin banyak kita temukan pengendara TVS berseliweran di jalan2. Besar harapan kita sebagai follower akan adanya banyak perbaikan. Karena nya banyak hal yang di luar pengetahuan dan kapasitas saya sebagai komengtator, dan memang bukan konsumsi saya yang hanya sebatas hoby.

Saya selalu ingat pak guru saya di SD dulu selalu mengulang kata2 “The experience‘s the best teach and wrongness ‘s the wisest teach” rasanya sangat tepat agar TVS kita semakin maju dan bijak dalam menentukan berbagai strategy serta amunisi yang tepat menghadapi kerasnya persaingan di pasar motor nusantara.

Bravo TMCI, Hidup TMC Jakarta …hidup Apache….halah lebay..!!!
             

Friday, 8 July 2011

Bos Baru BAJAJ


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) mengumumkan Presiden Director barunya. Cukup mengagetkan, pasalnya bos baru ini adalah orang Jepang yang sudah 34 tahun bergabung di Yamaha Motor Coorporation.

"Perkenalkan nama saya Tomotaka Ishikawa, mereka biasa panggil saya Tom San," buka pria energik ini pada motorplus-online.com yang menggantikan posisi KS Grihapathy, Presiden Director PT BAI sebelumnya.

Tom San sudah bergabung di Yamaha sejak pertama kali lulus sekolah, sepanjang karirnya Ia banyak ditugaskan di luar Jepang.

"Dimulai dari Afrika lalu ke Amerika, kemudian bolak-balik Jepang-Amerika dan akhirnya ditugaskan di Thailand dan India sampai akhirnya Saya keluar," ungkapnya.

Yang menarik adalah, selama di Thailand dan India, Ayah dari tiga anak laki-laki ini masuk dalam tim product development. Salah satu tugasnya adalah mengembangkan Nouvo dan Mio, serta mengembangkan Byson saat di India.

"Oiya di Indonesia Byson sukses dapat Bike Of The Year di OTOMOTIF Award 2011," bangganya. Tapi itu dulu, kini Tom San diberi tantangan baru untuk mengembangkan penjualan Bajaj di Indonesia.

"Indonesia adalah pasar yang membanggakan bagi Bajaj, dimana kami tidak boleh gagal," yakin Tom San. Menurutnya Bajaj merupakan sepeda motor sport yang istimewa, baik secara desain maupun performa tidak ada masalah.

"Sayangnya belum banyak yang tahu keberadaan Bajaj di Indonesia. Dan kami akan bekerja keras untuk membenahi hal itu," jelas Tom San. (motorplus-online.com)
Penulis : Popo

Lebih jauh Tentang TVS COMPANY

Tiga tahun usia Mc grey di rumah gw, Mm…’ bangga punya apache, poko nya kesimpulannya ‘the best in value price and performance dah di kelasnya’. Tapi yang menyedihkan ternyata masih banyak yang belum ngeh klo TVS = India, hari gini panas2 di siang bolong masih banyak nyang tanya TVS motor mana si om…? Jiaghh gubraxxx…

Makanya gw coba posting perusahaanya si Mc grey gw di blog yang di sadur dari berbagai sumber terpercaya, simak bae-bae ya bro……!!!

HISTORY

TVS Group didirikan pada tahun 1911 oleh Shri T. V. Sundaram Iyengar. Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar India, TVS juga merefleksikan filosofi bisnis kami: Trust, Value, dan Service

Saat ini, ada lebih dari 37 anak perusahaan yang bernaung di bawah TVS Group. Seluruh perusahaan tersebut memperkerjakan lebih dari 50.000 karyawan di seluruh dunia dan total penghasilan melebihi USD 2,7 milyar.

Sebagai perusahaan utama dari TVS Group yang bernilai USD 2,7 milyar, TVS Motor Company Limited, adalah pembuat kendaraan roda dua terbesar ketiga di India dan termasuk 7 besar di dunia. Pertumbuhan omsetnya sangat pesat, yaitu 30 juta USD di tahun 1990-1991 hingga 750 juta USD di tahun 2005-2006.

1980 adalah tahun yang akan selalu diingat dalam sejarah industri kendaraan roda dua India, ditandai dengan peluncuran TVS 50, moped dua tempat duduk buatan India pertama. Kendaraan ini mengantar India memasuki era transportasi personal yang terjangkau. Bagi sektor otomotif India, terobosan ini akan selalu terpatri dalam sejarah. TVS telah dianugerahi Deming Prize, penghargaan tertinggi dalam Total Quality Management salah satu penghargaan tertinggi dalam dunia Otomotive.

Dengan pertumbuhan mantap, ekspansi, dan diversifikasi usaha, TVS telah menjadi pemain utama dalam industri manufaktur sepeda motor, komponen mobil, dan perangkat computer bukan hanya di India tapi di dunia. TVS juga memiliki bisnis yang berkembang di bidang distribusi kendaraan berat, kendaraan penumpang dan komersial, serta bisnis finansial dan asuransi.

Puluhan perusahaan yang bernaung di bawah paying TVS disatukan oleh kesamaan prinsip kualitas. Costumer service dan tanggung jawab social. TVS Mototor Company adalah salah satu perusahaan utama di bawah TVS Group. Selain TVS Motor Company, beberapa unit usaha terbesar TVS Group adalah:

TV Sundram Iyengar & Sons Limited

Perusahaan induk TVS Group ini didirikan pada tahun 1911 dan merupakan perusahaan distribusi otomatif terbesar India. Di dalamnya terdapat 3 divisi, yaitu: TVS, Sundram Motors dan Madras Auto Service.

Sundram – Clyton Limited

Merupakan pelopor air brake systems yang selalu menjadi pemimpin pasar. Sundram Clyton mengekspor spare part berkualitas tinggi ke lebih dari 15 negara.

Brakes India Limited

Didirikan pada tahun 1962 sebagai usaha gabungan antara TV Sundram Iyengar & Sons dan Lucas Industries, Inggris. Perusahaan ini memproduksi perangkat rem untuk otomotif dan industri lainnya. Perusahaan ini mengekspor ke 35 negara di seluruh dunia dan memasok lebih dari 60% pasar domestic.

TVS Logistic Services limited

Menyediakan solusi logistik terpadu untuk industri otomotif baik untuk inbound maupun outbond, fasilitas gudang serta layanan tambahan seperti line feeding, perakitan dan konsultasi SCM

TVS Srichakra Limited

Perusahaan ini adalah pemimpin sekaligus produsen utama industri ban di India, dengan kapasitas produksi 7 juta ban per tahun. Srichakra Limited telah mengekspor ke USA, Eropa, Afrika, Amerika SElatan dan Asia tenggara.

Perusahaan di bawah TVS Group

· Axles India Limited

· Delphi – TVS Diesel Systems Limited

· India Japan Lighting Private Limited

· India Motors Part and Accessories Limited (www.impal.net)

· India Nippon Electricals Limited

· IRIZAR-TVS Limited

· Lucas Indian Service Limited (www.lucasindia.com)

· Lucas - TVS Limited (www.lucas-tvs.com)

· Sundaram Auto Components Limited

· Southern Roadways Limited

· Sundaram Brake Linings Limited (www.tvsbrakelinings.com)

· Sundaram Dynacast Private Limited

· Sundram Fasteners Limited (www.sundram.com)

· Sundaram Industries Limited (www.sil.co.in, www.tvsrubber.com)

· Sundaram Textiles Limited

· Turbo Energy Limited

· TVS Automotive Europe Limited

· TVS Auto Part Private Limited

· TVS Cherry Private Limited

· TVS CJ Components Limited

· TVS Electronic Limited

· TVS Finance & Service Limited

· TVS Interconnect Systems Limited

· TVS Lanka Private Limited

· TVS Logistics Iberia S.L

· TVS Lean Logistics Private Limited

· TVS Logistecs SIAM Limited

· TVS Motor Company

· TVS Sewing Needles Limited

· Wheels India Limited

Ooo bgono ya TVS company, makanya nga salah klo banyak orang bilang jeroannya Mobil2 ky Lotus, Ferarri, ampe Lamborghini ya dari TVS, kirain mah cuma bikin motor Apache doing, nga tau nya mangtep bener dah.

Mang Hadiy - TMC Jakarta